Perang Dahsyat, 350 Roket Hujani Israel, IDF Bombardir Gaza 100 Kali

Sistem pertahanan rudal Iron Dome saat mencoba menembak jatuh rentetan roket Gaza yang menghujani wilayah Ashdod, Israel, Rabu (10/5/2023). Foto/REUTERS/Ammar Awad

GAZA | KABAR SATU

Sekitar 350 roket asal Gaza yang ditembakkan Jihad Islam Palestina (PIJ) menghujani wilayah Israel . 

Sedangkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membombardir Jalur Gaza lebih dari 100 kali dengan jet tempur dan drone. 

Dalam perang dahsyat yang berlanjut hingga Kamis (11/5/2023) dini hari, Israel menamai operasinya sebagai "Operasi Perisai dan Panah". 

Ketika aksi saling serang berlanjut, Mesir mencoba menengahi gencatan senjata antara Israel dan Jihad Islam Palestina. 

Ratusan roket Gaza menghujani kota-kota Israel selatan dan daerah Tel Aviv. 

Sistem pertahanan rudal Iron Dome sibuk menangkis rentetan serangan roket di kota-kota Israel selatan. 

Sedangkan untuk melindungi Tel Aviv, Israel untuk pertama kalinya menggunakan sistem pertahanan rudal David's Sling. 

Belum ada konfirmasi dari IDF tentang berapa jumlah roket Gaza yang ditembak jatuh dan yang lolos. 

"Kampanye [operasi militer] masih belum berakhir," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan kepada media. 

“Kami mengatakan kepada para teroris dan yang mengirim mereka: Kami melihat Anda di mana-mana; Anda tidak bisa bersembunyi," lanjut Netanyahu, seperti dikutip Jerusalem Post. 

Namun, sumber diplomatik senior mengatakan bahwa Israel siap untuk gencatan senjata. 

"Kami melakukan apa yang perlu kami lakukan di Gaza," kata sumber tersebut. “Gencatan senjata akan dinilai hanya dengan tindakan dan bukan dengan kata-kata,” lanjut sumber diplomatik senior lainnya. 

Menyusul lebih dari 100 serangan IDF dan sekitar 350 serangan roket Gaza sejak Rabu, Mesir menghubungi Israel untuk mengatakan PIJ menginginkan gencatan senjata. 

Selanjutnya, pejabat tinggi IDF telah merekomendasikan untuk menerima gencatan senjata sehubungan dengan pencapaian besar yang dirasakan dari operasi saat ini—meskipun secara terbuka IDF mengatakan tidak mengomentari masalah tersebut. 

Hingga pukul 20.00 semalam, Jihad Islam Palestina dan IDF masing-masing telah melancarkan serangan signifikan lainnya terhadap satu sama lain. 

Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen mengkonfirmasi kepada KAN News bahwa proposal gencatan senjata telah dikirim oleh Mesir dan sedang dipertimbangkan oleh lembaga pertahanan. 

Sumber diplomatik senior mengatakan bahwa Mesir adalah pemain utama dalam pembicaraan gencatan senjata, meskipun ada laporan di media Arab bahwa Qatar dan PBB terlibat. 

Menurut laporan dari para warga Palestina yang belum dikonfirmasi, 21 warga Palestina tewas, tanpa indikasi dari militer Israel tentang identitas mereka sebagai milisi atau warga sipil. 

Netanyahu mengatakan bahwa tidak ada orang Israel yang tewas selama Operasi Perisai dan Panah, meskipun ada laporan sejumlah korban luka. 

Sebelumnya, sekitar pukul 12.30 pada Rabu, IDF memulai serangan pendahuluan yang meluas ke berbagai posisi roket Jihad Islam Palestina, termasuk beberapa yang disembunyikan dari mata publik, setelah melihat tanda-tanda intelijen bahwa kelompok itu sedang bersiap untuk serangan roket yang luas pada Israel. 

IDF melakukan serangan pertamanya pada hari Rabu terhadap kru Jihad Islam Palestina yang bersiap untuk menembakkan roket secara massal di dekat kota Khan Younis di selatan Gaza. 

Kejadian ini terjadi setelah kejadian serupa pada Selasa dini hari. []


Sumber : SINDOnews.com