APA JADINYA JIKA IRAN KALAH PERANG?


"ANALISIS & LIVE REPORT BY ISMA'IL AMIN LANGSUNG DARI TEHERAN... "

OPINI, KABAR SATU | Coba andaikan benar-benar terjadi perang besar Iran-AS dan Iran akhirnya kalah dan hancur, apa yang akan kalian harapkan dari masa depan Islam?

Bayangkan jika skenario terburuk itu benar terjadi. Bukan hanya peta politik yang berubah. Peta makna ikut berubah.

Yang hilang bukan sekadar sebuah negara, tapi contoh hidup bahwa ada bangsa Muslim yang berani mengatakan tidak di hadapan hegemoni global. Dunia tidak lagi melihat Islam sebagai peradaban yang punya keberanian moral, tapi sebagai komunitas yang bisa ditekan, diatur, dan ditulis ulang sejarahnya oleh pemenang...

Narasi akan dibalik....
Perlawanan disebut ekstremisme....
Kemandirian disebut ancaman....
Martabat disebut provokasi....

Lalu generasi berikutnya akan tumbuh dengan versi sejarah yang sudah disunting: seolah-olah Islam tidak pernah punya tradisi melawan kezaliman, tidak pernah melahirkan peradaban ilmu, dan tidak pernah punya keberanian berdiri tegak di hadapan tirani, yang ada sibuk dengan perdebatan-perdebatan fikih klasik yang terus diulang...

Dan ketika itu terjadi, pertanyaan yang muncul adalah:

Dunia Islam mau berharap pada siapa?

Pada model keberagamaan yang memilih aman dengan cara tunduk?
Pada tafsir keagamaan yang mengajarkan keselamatan dengan cara mendekat ke pusat kekuasaan global?
Pada mereka yang menyebut kepatuhan kepada hegemoni sebagai strategi dakwah?

Apakah umat ini akan meyakini bahwa jalan keselamatan adalah menjadi jinak, sunyi, dan tidak mengusik siapa pun, bahkan ketika kezaliman terjadi di depan mata? Apakah umat bisa berharap pada style keberislaman yang keras pada sesama muslim dan jinak di hadapan musuh? 

Atau masih ada yang percaya bahwa warisan Karbala bukan sekadar cerita, tapi prinsip:
bahwa ada harga yang harus dibayar untuk menjaga martabat?

Karena kalau keberanian untuk berkata tidak itu hilang, maka yang tersisa dari Islam bukan lagi kekuatan moral…
melainkan sekadar identitas yang aman selama tidak mengganggu siapa pun...(*)


Wallahu alam