Foto : BNPB melalui Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyelenggarakan bimtek pendataan kerusakan rumah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada Jumat (16/1). (Dume Harjuti Sinaga)
ACEH TIMUR, KABAR SATU | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) pendataan kerusakan rumah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan ini diikuti peserta yang terdiri dari mahasiswa yang berdomisili di Aceh Timur dan para jurnalis Aceh Timur yang tergabung dalam Forum Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Bencana Aceh.
Ketua II Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Bencana Aceh, Kasmidi Panjaitan, S.I.P. saat diminta komentarnya oleh wartawan media ini mengatakan, "ini kesempatan terbaik untuk melahirkan transparansi data Huntara dan Huntap bagi korban bencana Banjir dan Longsor di Aceh khususnya Aceh Timur" jelasnya.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menilai kembali tingkat kerusakan rumah warga terdampak.
"Sebelumnya, pemerintah daerah telah memiliki data awal kerusakan rumah dan mengajukan permohonan pendampingan kepada BNPB agar proses verifikasi pendataan dilakukan lebih objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Jarwansah di Pendopo Bupati Aceh Timur, Jumat (16/1).
Para siswa dibekali materi pendataan serta indikator kerusakan bangunan kemudian diterjunkan selama 10 hari untuk memverifikasi dan melengkapi data by name by address secara langsung ke 24 kecamatan terdampak.
Penilaian kerusakan rumah akan mengacu pada peraturan yang berlaku, yakni rusak ringan dengan tingkat kerusakan 0 - 30 persen, rusak sedang 30 - 70 persen, dan rusak berat di atas 70 persen.
"Melalui pendataan ulang ini, diharapkan klasifikasi kerusakan dapat lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Jarwansah.
BNPB berharap proses pendataan ini dapat dipercepat sehingga sebelum menyambut Bulan Suci Ramadhan, bantuan stimulan dapat terselurkan dan masyarakat bisa kembali tinggal di rumahnya masing-masing.
Fakta:
- 220 mahasiswa Aceh Timur ikut bimtek pendataan kerusakan rumah
- 24 kecamatan terdampak bencana di Aceh Timur
- Bantuan stimulan Rp15 juta (rusak ringan), Rp30 juta (rusak sedang), Rp60 juta (rusak berat)
Sumber:
- BNPB
- Pemerintah Aceh Timur
