Faktanya, Aceh Timur memang rawan banjir, seperti yang terjadi di Kecamatan Indra Makmur, Pante Bidari dan Serba jadi (Lokop) di mana nyaris seluruh gampong terendam banjir pada November 2025. Bahkan 4 Gampong hilang tinggal bekas yang dipenuhi kayu Gelondongan di Serbajadi Lokop. Situasi ini tentu memerlukan respons cepat dan efektif dari pemerintah dan dewan.
Namun, perlu diingat bahwa penanganan banjir memerlukan kerja sama antara pemerintah, dewan, dan masyarakat. Semoga ke depan, para pejabat dan dewan lebih proaktif dalam menangani bencana seperti ini. (*)
