KABAR SATU | BANDA ACEH – Tepuk tangan bergema di ruang kompetisi. Alya Aqila, siswi SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh, berdiri paling depan. Ia menyabet Juara 1 Lomba Keterampilan Siswa Nasional LKSN Cabang Teknologi Informasi dan Komunikasi TIK tingkat Kota Banda Aceh.
Prestasi itu bukan kebetulan. Di baliknya ada semangat belajar tanpa henti, kerja keras, dan dukungan keluarga serta guru. Tapi ada satu nama yang tak bisa dilepas: Baitul Mal Aceh.
Alya adalah penerima manfaat Program Beasiswa bagi Anak Berkebutuhan Khusus Baitul Mal Aceh. Program inilah yang membuka pintu pendidikan setara baginya, agar potensi tak terkubur keterbatasan.
Keterbatasan Bukan Hambatan
Bagi Alya, keyboard dan mouse adalah alat untuk bicara. Lewat cabang TIK, ia menunjukkan dunia bahwa anak berkebutuhan khusus bisa unggul, bisa berkompetisi, bisa jadi yang terbaik.
Kepala sekolah dan para guru SLB Pembina bersyukur sekaligus bangga. Mereka kini menyiapkan Alya untuk level provinsi. Targetnya satu: mengharumkan nama sekolah dan Aceh lagi.
Rp5,23 Miliar untuk 109 Anak Berkebutuhan Khusus
Kisah Alya adalah wajah dari program besar Baitul Mal Aceh. Sejak 2018 hingga 2026, Program Beasiswa bagi Anak Berkebutuhan Khusus sudah menjangkau 109 penerima manfaat dari 9 SLB di Banda Aceh dan Aceh Besar, jenjang SD sampai SMA.
Total bantuan pendidikan yang disalurkan mencapai Rp5,23 miliar. Bukan angka kecil. Itu bukti komitmen Baitul Mal Aceh: memastikan anak disabilitas mendapat akses belajar layak dan ruang mengembangkan diri.
Perwakilan Baitul Mal Aceh menyampaikan apresiasi: “Alhamdulillah, prestasi Alya Aqila bukti setiap anak punya kesempatan sama meraih sukses. Kami bersyukur Alya, penerima manfaat beasiswa kami, mampu menunjukkan hasil memuaskan. Semoga diberi kemudahan di tingkat provinsi nanti.”
Inspirasi untuk Pendidikan Inklusif Aceh
Keberhasilan Alya lebih dari sekadar piala. Ia jadi cermin keberhasilan kolaborasi: keluarga, sekolah, dan lembaga zakat. Pendidikan inklusif di Aceh bekerja, nyata, dan melahirkan juara.
Baitul Mal Aceh berharap kisah ini jadi motivasi. Untuk Alya, lanjutkan langkah ke provinsi. Untuk 108 penerima manfaat lain, berani bermimpi dan berkompetisi. Untuk Aceh, buktikan bahwa disabilitas bukan batas. Itu hanya cara berbeda menuju prestasi. (Ayahdidien)
