ACEH UTARA — Tokoh Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Utara, Hasan Nurdin AB atau yang akrab disapa Rembo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat perdamaian Aceh menjelang peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-50 pada 4 Desember 2026.
Hasan Nurdin menyampaikan ajakan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang momentum peringatan Milad GAM. Ia mengimbau masyarakat agar mengisi peringatan tersebut dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti zikir dan doa bersama serta pemberian santunan kepada keluarga dan anak yatim-piatu korban konflik Aceh dapat menjadi bentuk penghormatan sekaligus momentum untuk memperkuat kepedulian sosial.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah Aceh Utara agar bersama-sama menjaga perdamaian di Aceh. Momentum Milad GAM ke-50 tahun 2026 ini mari kita gunakan untuk mengenang jasa para syuhada yang telah syahid serta menjadi bagian dari upaya membangun Aceh yang lebih baik dan sejahtera," ujar Hasan Nurdin, Sabtu (26/9/2026).
Lebih lanjut, tokoh KPA yang pernah menjabat sebagai Panglima Muda Daerah III Tgk. Chik Paya Paya Bakong wilayah Samudera Pasee tersebut meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa perdamaian yang telah terbangun di Aceh merupakan tanggung jawab bersama dan perlu terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
"Mari kita jaga perdamaian Aceh dengan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu ketegangan di tengah-tengah masyarakat, khususnya menjelang peringatan Milad GAM ke-50," katanya.
Hasan Nurdin kembali mengajak masyarakat Aceh Utara untuk menjadikan momentum Milad GAM ke-50 sebagai kesempatan mempererat silaturahmi, mengenang para korban konflik, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Aceh.
Ia berharap peringatan tersebut dapat berlangsung aman, tertib, dan diisi dengan kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan damai. Mari kita isi momentum ini dengan doa bersama, kegiatan sosial dan santunan bagi anak yatim-piatu serta keluarga korban konflik Aceh," tutupnya.
.jpeg)