ACEH, KABAR SATU | YARA (Yayasan Advokasi Rakyat Aceh) mendesak pemerintah untuk memperhatikan nasib wartawan yang menjadi korban banjir, bukan hanya memanfaatkan mereka saat pencitraan. Seruan ini muncul setelah beberapa wartawan di Aceh mengalami kesulitan akibat banjir, termasuk kehilangan properti dan terganggunya aktivitas jurnalistik mereka.
Beberapa organisasi media siber di Sulawesi Tengah, seperti Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), telah menyalurkan bantuan kepada lima wartawan korban banjir di Aceh, dengan total Rp11 juta.
YARA menekankan bahwa pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap nasib wartawan korban banjir, bukan hanya memanfaatkan mereka untuk kepentingan pencitraan. Mereka juga mendesak pemerintah untuk menetapkan status bencana nasional untuk mempercepat penanganan dan rehabilitasi. (*)
