Menampilkan postingan dengan label OpiniTunjukkan semua
Wabup Aceh Timur Zainal Abidin Disorot Warga: Sederhana, Santun, dan Dekat dengan Rakyat -
PEUREULAK RAYA : ANTARA MIMPI DOB DAN MONUMEN YANG TERLUPAKAN -
Pengamat ingatkan ancaman terbesar Pancasila bukan kritik, tapi ketidaksesuaian antara pidato dan kebijakan -
Revisi UUPA Mendesak, Tapi Aceh Butuh Pemimpin yang Berani Hadapi Pusat -
Blackout Sumatera dan Kebangkrutan Kedaulatan Negeri: Mualem Harus Berani Melawan Sistem yang Merugikan Aceh -
Republik yang Curiga pada Rakyatnya : Demokrasi di Tengah Ketakutan dan Ketidakpercayaan -
Ketika Wakil Rakyat Lupa Etika: Alarm Kritis bagi DPR Aceh -
KESOMBONGAN ITU SIFAT SYETAN -
SELAMAT UNTUK PROF. MIRZA TABRANI : DARI PREDIKAT UNGGUL MENUJU KEADILAN AKADEMIK DI USK -
Partai Gerakan Rakyat: Laboratorium Gagasan untuk Masa Depan Politik yang Lebih Bersih -
MEMBEDAH URGENSI FIGUR : Prof. Dr. TM. Jamil Akademisi USK Aceh. -
Menakar Arah Baru USK di Tangan Prof. Mirza Tabrani : Manajemen Modern dan Kepekaan Sosial -
"Bujur Jar Pian, Banyaki Acara"; Simplifikasi Bencana Ekologi -
Banjir Hantam Aceh, Wartawan Disini Butuh Perhatian Bukan Hanya Jadi Tukang Pencitraan -
Ironi Negara Mayoritas Muslim: Pejabat Korup, Agama Hanya Kosmetik? -
KPK: Perang Melawan Korupsi, Tapi Musuh Tak Pernah Didefinisikan ? -
Literasi Rendah, Ironi Dibaca Hinaan: Kenyataan Stand-Up Comedy di Indonesia -
Ulama Aceh: Hadir Tetapi Tak Terlihat -
Mediasi Oh Mediasi, Cekal Oh Cekal -
MoU Helsinki: Kontrak Damai yang Tak Boleh Dilupakan -